Cuaca sedang tidak bersahabat di DeKalb, Illinois. Setelah seharian kemarin badai musim dingin menyerang, hari ini suhu drop hingga -28C dengan kedinginan angin menembus -45C. Saya sampai merasa perlu mengenakan baju rangkap empat ketika memanaskan mesin mobil, yang baterainya nyaris mati karena kedinginan semalam. Itu pun lapisan terluarnya adalah jaket winter, yang biasanya cukup nyaman untuk melindungi tubuh ketika di luar rumah selama musim dingin. Kali ini, jaket super tebal itu saja tidak cukup.
Ini memang musim dingin yang brutal untuk wilayah Midwest. Konon terdingin dalam kurun waktu 20 tahun. Pemerintah setempat meliburkan semua sekolah hari ini. Demikian pula dengan kampus saya, Northern Illinois University. Dulu, di awal 2011, sekolah-sekolah dan kampus juga sempat ditutup sampai tiga hari lantaran badai salju. Ketika itu, salju turun dengan lebatnya hingga selutut orang dewasa.
Mungkin karena terbiasa menghadapi perubahan cuaca yang ekstrim, saya lihat pemerintah dan masyarakat cukup sigap menghadapi situasi semacam ini. TV dan radio terus memberitakan soal buruknya suhu hari ini. Kemarin saya baca di Chicago, pemerintah dan beberapa badan sosial "menyisir” sudut-sudut kota untuk mencari para tunawisma dan membawa mereka ke tempat-tempat perlindungan yang dikelola oleh department of human services (Warming Centers). Di DeKalb county, tempat saya tinggal, Warming Center terletak di daerah Sycamore, sekitar 5 mil dari pusat kota Dekalb.
Kesigapan pemerintah ini juga tampak ketika salju sedang turun. Mobil-mobil pembersih salju tak henti-hentinya berkeliling mengeruk salju di jalanan. Biasanya ada dua mobil yang bekerja membersihkan jalanan. Yang pertama bertugas mengeruk salju. Yang kedua bertugas menaburkan garam-garam, yang warnanya agak kebiru-biruan. Garam-garam ini berguna untuk mencairkan salju dan mencegahnya agar tidak membeku. Itulah mengapa meskipun di kanan kiri jalan salju bertumpuk, biasanya jalanan cukup bersih dan aman untuk dilewati.
Peringatan dan kesigapan pemerintah terhadap situasi ekstrim semacam ini cukup membantu masyarakat. Tidak hanya di musim-musim salju, namun juga di musim Tornado. Maklum, daerah Midwest juga cukup rentan akan bahaya Tornado. Pemerintah biasanya melakukan tes sirine Tornado setiap Selasa pagi. Tes berkala juga dilakukan melalui "running text" di layar TV, dan juga melalui siaran radio. Tes berkala ini penting untuk mengontrol sistem kesiapsiagaan bencana, dan agar masyarakat mengenal tanda-tanda bencana. Selain itu, biasanya gedung dan rumah-rumah di sini memiliki basement, yang bisa digunakan sebagai tempat berlindung jika Tornado datang menerjang. Selama tinggal di sini, sudah dua kali saya mengalami tanda sirine meraung-raung mengingatkan warga tentang ancaman Tornado. Alhamdulillah, sejauh ini Tornado belum pernah datang melewati kota kecil ini. Tuhan masih berkenan melindungi.
No comments:
Post a Comment